Oleh: Prof. DR. Dr. Wimpie
Pangkahila, Sp. And, Dokter Ahli Andrologi dan Seksologi, Universitas Udayana,
Denpasar
Jatuh lagi satu korban iklan
pembesaran penis. Istri menjadi jijik setelah penis suami mengalami infeksi,
bentuknya tak karuan, dan tidak bisa ereksi pula. Iklan-iklan semacam itu
harus ditolak, dan korban perlu melapor ke polisi.
Berikut Investigasinya.
“Saya
dan suami menikah tiga tahun yang lalu. Selama itu tidak ada masalah yang
serius. Soal seks pernah saya sampaikan langsung kepada suami mengenai sperma
yang cepat keluar, sehingga saya sering tidak puas. Namun, saya
menyampaikannya dengan baik-baik. Suami hanya tertawa, tidak marah atau
kecewa.
Karena
itu, saya amat terkejut dan terpukul waktu mengetahui suami menempuh jalan
yang tidak pernah saya bayangkan mengingat suami seorang berpendidikan tinggi.
Suami
punya pekerjaan bagus dengan jabatan yang baik pula. Tiba-tiba pada suatu
malam dia datang dengan keluhan kelaminnya sakit dan merah karena habis
disuntik di sebuah hotel.
Dia
mengaku terpengaruh teman yang mengajaknya ke hotel itu untuk memperbesar
ukuran penis. Di situ dia disuntik oleh seseorang yang mengaku dari daerah
Timur (maaf saya tidak perlu sampaikan daerah mana). Orang itu mengaku
menggunakan bahan minyak tradisional dari tanaman yang tidak ada efek
sampingnya.
Saya
sangat marah karena saya pernah menunjukkan kepada suami tulisan di rubrik
ini, juga mengenai pria yang tertipu iklan menambah ukuran penis. Waktu itu
suami saya mengatakan bodoh sekali sampai tertipu seperti itu. Sekarang
justru suami yang tertipu.
Sampai
sekarang sudah empat bulan, saya merasa takut dan tidak bergairah untuk
berhubungan seksual dengan suami. Saya tidak bisa melakukan hubungan seksual
karena bentuk kelaminnya yang tidak normal, bahkan menjijikkan saya
Setelah mendapat pengobatan dari
dokter, rasa sakitnya hilang, tetapi bentuknya tetap tidak normal. Suami
pernah mengeluh sekarang tidak bisa ereksi seperti dulu.
Klik Di Sini Untuk Kembali Ke Halaman Utama Situs