Oleh: Prof. DR. Dr. Wimpie
Pangkahila, Sp. And, Dokter Ahli Andrologi dan Seksologi, Universitas Udayana,
Denpasar
Gara-gara mengupayakan penis hesar,
pekan lalu seorang korban jatuh terkapar dan meninggal hanya setengah jam
setelah alat vitalnya disuntik. Penis Disuntik, PNS Tewas
Seberapa pentingkah ukuran alat
vital dengan tingkat kepuasan seksual?
Meski tidak ada data resmi, kasus
kematian akibat praktik suntik memperbesar penis oleh orang yang bukan
ahlinya, jumlahnya cenderung mengalami peningkatan. Kasus terakhir yang
sempat terungkap adalah meninggalnya Bambang Dwi Heru Yitno, seorang pegawai
negeri sipil (PNS) Depertemen Pertanian, di tempat pengobatan alternatif Haji
Arif Rahman di Jalan Wahab Utan Kayu Utara, Matraman, Jakarta Timur, pekan
lalu.
Terlepas dari masalah kriminal,
peristiwa tersebut kembali mengingatkan betapa sulitnya menyadarkan
masyarakat akan beragam mitos seks yang salah. Satu di antaranya yang
benar-benar sudah mengakar, adalah mengukur tingkat kepuasan seksual dari
besar kecilnya ukuran alat vital.
Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila,
Sp.And. FAACS, pakar andrologi dan seksologi dari Universitas Udayana,
Denpasar, menilai peristiwa ini hanya gambaran puncak gunung es dari
kenyataan sebenarnya. Ia menyatakan, banyak pria sudah menjadi korban iklan
bohong yang menjanjikan penambahan ukuran penis.
Ternyata mereka disuntik dengan
bahan tertentu, antara lain ilicon cair. Lebih konyol lagi, pemasang iklan
dan sekaligus penyuntik bukanlah orang yang berkompeten, tidak punya latar
belakang medis sama sekali.
“Sudah banyak korban yang datang
dan saya telah sering menyampaikan, baik melalui tulisan maupun edukasi
kepada masyarakat. Saya menerima banvak pria dengan penis rusak dan infeksi
setelah menerima suntikan gila itu. Kasus yang meninggal itu, boleh jadi
hanya yang terekspos. Saya yakin ada yang meninggal, tetapi tidak terekspos,”
sebutnya.
Iklan Bohong
Masih menurut Prof. Wimpie,
terulangnya peristiwa ini karena banyak anggota masyarakat pura-pura tidak
peduli atau memang tidak tahu jika mitos tentang ukuran penis itu salah.
Tawaran iklan di berbagai tempat ditanggapi serius sebagai sebuah kebenaran,
meski korban sudah berjatuhan.
“Yang benar, ukuran penis besar
atau normal tidak menentukan kepuasan seksual wanita,” katanya. Prof Wimpie
berpendapat, iklan bohong seperti itu seharusnya ditindak. Polisi dapat
bertindak tanpa harus menunggu laporan korban akan sampai ada korban mati.
Iklan bohong yang tidak ilmiah,
apalagi yang melakukan tidak punya kompetensi menggunakan jarum suntik, bisa
menjadi dasar tindakan bagi polisi.
“Iklan bohong seperti itu
seharusnya dilarang dan pemasangnya ditindak secara hukum karena termasuk
penipuan. Lebih lanjut, seharusnya media yang memuat iklan bohong juga
ditindak. Atau memang dibiarkan saja agar semakin banyak pria yang tertipu
dan mati konyol?” tanyanya.
Selama ini di dunia kedokteran
memang dikenal pengobatan secara suntikan intrakavernosa (langsung ke dalam
pembuluh darah penis). Pengobatan ini memang benar secara ilmiah, dengan
menggunakan bahan tertentu. Yang pasti, tujuannya bukan untuk menambah ukuran
penis, ujarnya.
Klik Di Sini Untuk Kembali Ke Halaman Utama Situs